Wednesday, April 7, 2010

lara itu bahagia...

setelah chenta itu dikhianati..yang tinggal cuma rasa percaya diri yang makin pudar..luka..sedih..kenapa harus dilayani perasaan itu..dye tidak setia..sesungguhnya dye lah insan yang kalah..meninggalkan medan tanpa sempat bermati-matian....sekadar memabawa pulang sisa2 darah milik ntah siapa...
aku pasti tiada cinta bt dia..sekadar kasih yang mengharapkan kejujuran dan keihklasan yang akan memanjangkan titian kehidupan bersama...tetapi..dia merobohkan semua menghancurkan segala....menangisi..jangan lagi..kerana dia cume insan yang tidak setia...
mengenalinya bagaikkan rela dalam paksa..kebaikan hatinya mengaburi minda...tetapi belum dibutakan oleh chenta..percayalah..mata hatiku masih betah untuk mengusir setiap lara yang dihadiahkan selama hampir 2 tahun...tidak menanti dan mengharap lagi...sekadar mahu dye menyedari...melukakan hatiku adalah perkara yang akan menghamabt dirinya dalam resah yang dia sendiri tidak akan mengerti...
hatiku puas mendengar kata maaf y di pinta..dye dtg setelah mencurangi aku..sungguh untuk ketika dan saat itu...cintaku telah mati bt dia..cuma aku masih bertahan kerana aku mahu...dye tahu dan sedar..menyesali setiap perbuatan adalah perlu...ternyata...rasa hatiku tidak berdusta..dye masih tidak mampu untuk berkata-kata benar...dye masih lelaki ' naif ' yang tiada kejujuran dalam hatinya...mengapa kamu sebegitu sayang...?kata2 sayang yang ditaburi seolah tersangkut di dahanan pohon kasih yang sama2 di bina..benarlah..pohon itu akan mati..kerana kini telah dinodai parasit yang ada dalam hatinya..kimia2 dalam hatinya membuatkan baja kasihku xmampu bertahan lagi...akhirnya...matilah pepohon kasih kita...
aku masih belum memaafkanmu...bukan mendendami apa yang berlaku..cuma aku insan yang terluka..tetapi kini aku bahagia...terlepas dari cintanya yang sangat menyakitkan...lelaki itu pandai bermain kata...kenapa kau berubah menjadi insan yang lain?hanya tuhan yang tahu...bilamana kamu dikhianati...pasti kamu kan tahu rasanya...
aku bahagia....mampu tanpa kamu....

No comments:

Post a Comment